Background MobileBackground Desktop

Perayaan Ekaristi Hari Raya Tritunggal Maha Kudus

Oleh Hokriawan

13 Juni 2026

Umat Katolik Surabaya memenuhi Paroki Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya, Minggu 31 Mei 2026, untuk mengikuti Perayaan Ekaristi Hari Raya Tritunggal Maha Kudus. Misa pada pukul 16.30 WIB dipersembahkan oleh RP. Victor Petrus Bani, SVD.


Bacaan pertama diambil dari kitab Keluaran 34:4b-6, 8-9. Dilanjutkan dengan mazmur tanggapan dengan refren “KepadaMulah pujian selama segala abad.” Bacaan kedua diambil dari 2 Korintus 13:11-13. Sedangkan bacaan Injil dari Yohanes 3:16-18. “Begitu besar kasih Allah kepada dunia ini, sehingga Da telah mengaruniakan PuteraNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal.”



Dalam homilinya, Romo Bani mengajak kita memahami hidup manusia di zaman sekarang yang terkoneksi, baik melalui WA, video call, sementara orang semakin jarang berbicara dari hati ke hati. Umat Katolik pada perayaan kali ini diajak merayakan Allah yang tidak sendirian, Allah yang merupakan persatuan kasih, yakni Bapa, Putra dan Roh Kudus, yang hidup dalam kasih yang sempurna. Manusia yang dicintaiNya diciptakan menurut gambar Allah, sebenarnya berhak hidup dengan baik jika kita hidup dalam relasi kasih dalam persekutuan.

Kalau kita mendengar Allah Tritunggal Maha Kudus mungkin terdengar sulit dipahami. Bagaimana mungkin satu Allah dengan tiga pribadi. Sabda Tuhan memperlihatkan kita hati Allah adalah kasih. Dalam bacaan pertama, Musa mengalami Allah yang sabar dan berlimpah kasih setia. Pertama, yang diperlihatkan Allah kepada Musa bukan kehebatanNya, tapi kasihNya. Meski manusia sering jatuh dalam dosa, namun Allah memutuskan tidak menjauh dari manusia. 

Dalam Injil Yohanes, disebutkan, “Begitu besar kasih Allah kepada dunia ini, sehingga Da telah mengaruniakan PuteraNya yang tunggal,” kasih Allah bukan hanya kata-kata saja, tapi nyata dalam diri Yesus Kristus. Dia mencari yang hilang, dan mengampuni yang berdosa. Setelah Kenaikan Yesus ke surga, kasih tetap tinggal di tengah kita berupa Roh Kudus.

Rasul Paulus dalam bacaan kedua mengatakan tentang menghadirkan kasih dalam Roh Kudus. Tritunggal itu Allah yang mendekati manusia dalam kasihNya. Setiap kali kita membuat tanda salib, “Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus,” saat bangun pagi, saat memulai hari, saat mulai beraktivitas, atau saat mau tidur, saat kita sakit, dan saat kita meninggal dunia, “Pergilah masuk kedalam kehidupan abadi dengan membawa tanda kemenangan Kristus, Dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus. Amin.” 

Gereja ingin mengingatkan kita, bahwa hidup semua manusia dipenuhi hidup Tritunggal. Maka di hari raya Tritunggal Maha Kudus ini, kita diajak mengalami kasih Allah di kehidupan kita.  Apabila Allah adalah persekutuan kasih, maka kita semua dipanggil untuk hidup dalam kasih itu. Maka, keluarga-keluarga katolik harus dipenuhi kasih, dengan saling mengampuni. Gereja adalah tempat untuk saling menguatkan satu sama lainnya. Hidup beriman bukan cuman doa, tapi bagaimana menghasilkan kasih Allah. Hidup saling memberi diri, mengulurkan tangan untuk orang lain, dimana Tri Tunggal Maha Kudus hadir.

Penulis: Hokriawan
Editor: Petrus Riski