Meriahkan Lustrum ke-21 HKY, Ratusan Umat Ikuti Gerakan Lingkungan Bernyanyi
Oleh Petrus Riski
28 Juni 2026

Sekitar 400 orang mengikuti Gerakan Lingkungan Bernyanyi, Selasa 16 Juni 2026, dalam rangka Lustrum ke XXI Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Katedral Surabaya. Seluruh peserta yang terbagi dalam 24 kelompok paduan suara lingkungan di Paroki Hati Kudus Yesus, serta 1 kelompok dari kategorial, ambil bagian dalam menampilkan pujian terbaiknya bagi Tuhan.
Pembukaan dan pengarahan dimulai pukul 08.00 di Aula lantai 2. Dibuka secara langsung oleh Pastor Kepala Paroki Hati Kudus Yesus, RD Cornelius Tri Widya Tjahja Utama, dan sambutan singkat dari pendamping atau komentator yaitu Antonius Johanes Anggoro. Kepada seluruh peserta yang hadir, Antonius Anggoro mengajak seluruh peserta menampilkan persembahan diri yang terbaik saat tampil.
“Menyanyi apa adanya, bukan untuk menang atau kalah. Ini adalah bagian dari proses belajar dan tidak bisa instan, perlu proses,” kata Anggoro.
Anggoro berpesan agar umat yang baru tergabung dalam koor tidak takut atau minder menampilkan hasil latihannya, sebagai wujud rasa syukur atas talenta yang diberikan Tuhan. Sedangkan bagi yang sudah biasa menyanyi dalam paduan suara, momentum ini dapat menjadi ajang meningkatkan kemampuan dan memberikan diri yang terbaik kepada Tuhan.
“Koor lingkungan di HKY sangat potensial untuk bertugas dalam perayaan liturgi, jangan minder karena semua harus melalui proses berlatih dan jam terbang. Jangan alergi pada kritikan, meskipun sudah biasa menyanyi jangan menjadi sombong,” ujar Anggoro.
Gerakan Lingkungan Bernyanyi merupakan bagian dari ajang menampilkan kemapuan umat dalam paduan suara, setelah sebelumnya telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan dari Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta beberapa bulan sebelumya.
Penampilan umat dalam Gerakan Lingkungan Bernyanyi, menurut Pastor Kepala Paroki Hati Kudus Yesus, RD Cornelius Tri Wudya Tjahja Utama, atau akrab disapa Romo Tommy, merupakan keberanian dan ketulusan hati melalui persembahan suara, yang dihartapkan dapat semakin menumbuhkan Gereja khususnya pada perayaan liturgi. Romo Tommy berharap, akan ada kelompok padus suara atau koor dari lingkungan yang melayani pada Perayaan Ekaristi, yang dapat dimulai pada Misa harian sore.
“Silakan kalau ada kelompok koor yang siap tugas di hari Minggu, bisa menghubungi seksi liturgi. Tapi harapan saya, bisa untuk Misa harian biasa, untuk misa sore hari,” ungkap Romo Tommy.
Melalui even ini, Romo Tommy berharap akan semakin banyak umat lingkungan yang terlibat dalam pelayanan liturgi, baik sebagai koor, lektor, pemazmur, maupun petugas liturgi yang lain. Kesediaan melayani untuk Gereja, akan menjadi wujud bertumbuhnya iman, harapan, dan kasih pengikut Kristus.
Penulis dan Editor: Petrus Riski
Foto-foto: Petrus Riski
