Hari Raya Kenaikan Tuhan, Ajakan Menantikan Kedatangan Surga Sambil Menjadi Pewarta
Oleh Casey Jerdam
16 Mei 2026

Surabaya – Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan pada Rabu dan Kamis, 13 dan 14 Mei 2026. Pada Misa Kudus yang diadakan pada Kamis pukul 18.30 WIB yang dipimpin oleh RD Petrus Canisius Edi Laksito, umat memenuhi gedung gereja meski banyak umat yang telah meninggalkan Surabaya untuk berlibur.
Bacaan Injil yang dibacakan diambil dari Matius 28:16-20, berisi tentang petemuan terakhir antara Yesus dengan para murid, sebelum Ia naik ke surga. Injil mengisahkan bagaiman Yesus memberikan penegasan mengenai Kuasa yang dimilikiNya di surga dan bumi, serta perintah kepada para murid untuk pergi ke seluruh dunia untuk membaptis dan mengajar semua bangsa segala yang diterima dari Yesus.
Dalam homilinya, Romo Edi Laksito mengatakan bahwa hidup masih ada kelanjutannya. Namun, belum ada jawaban pasti mengenai kelanjutannya. Dalam kehidupan manusia di dunia ini dipenuhi berbagai macam kelemahan, kesalahan, dan dosa. Sehingga dosa membuat kehidupan sesudah kematian menjadi tidak bahagia. Sehingga perlu memikirkan mengenai kehidupan yang akan datang bila hidup di dunia dengan tidak baik.
“Di sinilah orang lalu berpikir, di dunia ini harus menanam sebanyak-banyaknya kebaikan supaya nanti mendapatkan ganjaran, mendapatkan balasan,” kata Romo Edi Laksito.
Meski demikian, sebanyak-banyaknya orang menanam kebaikan, tidak sedikit pula melakukan kejahatan, melakukan kesalahan, sehingga harus berhadapan dengan suatu gambaran sesungguhnya yang pesimis tentang kehidupan sesudah kematian.
Kenaikan Yesus ke surga sebagai suatu keyakinan iman, membalik pesimisme menjadi suatu pengharapan. Dapat dibayangkan bila pada suatu keadaan yang tidak memungkinkan seseorang sampai di tempat yang memberikan kebahagiaan, namun Yesus mampu membuat situasi itu berbeda, yaitu memungkinkan manusia sampai pada kebahagiaan surga.
“Manusia menjadi mungkin untuk sampa pada suatu kehidupan yang baik di dunia ini, dan terlebih sesudah kehidupan di dunia,” ujarnya.
Dalam hal ini, Romo Edi Laksito, atau yang akrab disapa Romo Nanglik, menegaskan bahwa Yesus merupakan jaminan atas situasi dan kondisi itu. Seperti yang sering dikatakan Yesus sejak perjumpaan dengan para murid setelah kebangkitanNya, berulang kali Yesus menegaskan bahwa Ia akan pergi kepada Bapa untuk menyediakan tempat bagi kita yang percaya kepadaNya. Supaya dimana Yesus berada, kita pun berada di sana sebagai bagian dari persatuan Yesus dengan Bapa.
Harapan ini menjadi mungkin karena kehidupan atau kebahagiaan di surga bagi umat beriman, bukan melulu hasil usaha manusiawi kita. Bukan hanya dari mengumpulkan kebaikan-kebaikan untuk mendapatkan pahala. Juga bukan suatu timbangan yang akan mampu melampaui kelemahan-kelemahan kita. Tapi semua itu berkat anugerah Tuhan sendiri, yang memiliki dan memberikan kehidupan kepada kita.
“Kenaikan Yesus ke surga menjadi bukti, menjadi jaminan, menjadi pegangan bagi kita bahwa kasihNya itulah yang akan memberi jawaban kepada persoalan-persoalan, pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan sesudah kehidupan di dunia,” ungkapnya.
Kepada para muridNya yang masih harus melanjutkan kehidupan di dunia ini, Yesus menugaskan agar para murid mewartakan Injil keselamatan. Pewartaan Injil keselamatan ini disertai dengan pesan agar kita memberikan pengajaran, disertai contoh kepada semua orang untuk melakukan apa yang telah diajarkan Yesus.
“Jadikanlah semua bangsa muridKu, baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.”
Kita pun turut serta diutus untuk pergi menjadi pewarta kabar keselamatan, dan mengajak semakin banyak orang untuk percaya kepada Allah melalui diri Yesus, serta menjadi teladan hidup baik seperti yang diajarkan Yesus sendiri. Dan penyertaan Yesus melalui Roh Kudus, menjadi kekuatan para murid dan kita semua untuk menjadi pembawa sukacita dan kebaikan bagi seluruh dunia.
Penulis : Casey Jerdam
Editor : Petrus Riski
